
Surakarta – Ada pemandangan berbeda di barisan depan Masjid Nur Mirah sepanjang Ramadan 1447 H kali ini. Alih-alih hanya duduk di belakang layar kamera, para mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) IIM Surakarta justru melangkah maju menuju mihrab. Suara merdu dan bacaan fasih mereka menjadi magnet yang menambah kekhusyukan jamaah dalam menunaikan ibadah salat Tarawih.
Empat sosok terpilih, tiga mahasiswa FDK dan satu alumni IIM Surakarta, dipercaya memikul amanah besar sebagai imam. Mereka adalah Nabigh Maulana Adiwibawa, Muh. Rizal Marasabessy, Muh. Audah Al Wafi, serta sang alumni yang kini telah menjadi praktisi dakwah, Ust. Wijdan Ali.
Bagi para mahasiswa, berdiri di depan ratusan jamaah heterogen memberikan sensasi yang jauh berbeda dengan ujian di kelas. Muh. Audah Al Wafi menceritakan bagaimana pengalaman ini menguji mental dan spiritualnya secara bersamaan.
“Awalnya ada rasa deg-degan, ini tanggung jawab moral yang besar. Tapi saat mulai membaca ayat, rasanya campur aduk; haru dan bangga bisa terjun langsung di masyarakat. Ini lebih dari sekadar praktik, ini pengabdian,” ungkap Wafi.
Senada dengan itu, Muh. Rizal Marasabessy dan Nabigh Maulana Adiwibawa merasa bahwa momentum ini menjadi pembuktian bahwa mahasiswa FDK tidak hanya mahir secara retorika dan teknologi, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kokoh.
Kehadiran Ust. Wijdan Ali sebagai perwakilan alumni memberikan warna tersendiri. Baginya, berdiri berdampingan dengan adik-adik tingkatnya di jadwal imam yang sama adalah bentuk regenerasi yang manis. “Senang melihat adik-adik mahasiswa berani tampil. Di FDK kita diajarkan menjadi paket lengkap: paham manajemen, mengerti media, tapi tetap teguh dalam imamah,” tutur Ust. Wijdan.
Wakil Dekan FDK, Faruq Alhasbi, menyatakan bahwa pengiriman delegasi imam ini adalah bagian dari visi besar fakultas untuk mencetak lulusan yang seimbang secara akademik dan spiritual. “Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa FDK itu ‘paket lengkap’. Andal di balik layar (kru media), fasih dan berwibawa di mihrab,” tegasnya.
Pihak Takmir Masjid Nur Mirah pun memberikan apresiasi tinggi. Kehadiran para imam muda ini memberikan energi baru dan nuansa segar yang membuat jamaah, terutama anak muda, semakin antusias meramaikan saf-saf masjid hingga malam berakhir.
Melalui lantunan ayat suci dari para mahasiswa ini, FDK IIM Surakarta sekali lagi membuktikan bahwa dakwah sejati adalah tentang kehadiran dan kemanfaatan nyata di tengah umat.



