
Surakarta – Suasana subuh di Masjid Nur Mirah pada Sabtu, 28 Februari 2026, terasa lebih semarak dari biasanya. Selain rangkaian Kajian Subuh yang khidmat, jemaah dikejutkan dengan kehadiran Walikota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, yang hadir untuk menyapa sekaligus membagikan paket sayuran segar kepada para jemaah sebagai bentuk dukungan kesehatan selama bulan Ramadan.
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas sosial tersebut, tujuh personil Tim Media Laboratories Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) IIM Surakarta tampak sigap on duty dalam dokumentasi kajian subuh tersebut. Dengan kamera dan perlengkapan dokumentasi di tangan, mereka memastikan setiap momen interaksi antara pemimpin daerah dan warga terekam dengan apik.
Aksi bagi-bagi sayur oleh Walikota Solo ini menjadi daya tarik tersendiri. Program ini bertujuan untuk mengampanyekan pola makan sehat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kehadiran orang nomor satu di Surakarta ini disambut antusias oleh jemaah yang baru saja menyelesaikan salat subuh dan mengikuti kajian.
Momen ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Tim Media Laboratories FDK untuk mempraktikkan field reporting dan event documentation secara real-time. Menariknya, tidak hanya meliput, para mahasiswa ini juga merasakan langsung hangatnya berbagi di pagi hari tersebut.
Dari tujuh anggota tim yang bertugas, dua di antaranya, Abdullah Al-Mufti dan Gilang Ramadhan, turut mendapatkan paket sayur segar dari sang Walikota di sela-sela tugas mereka. Sambil berseloroh, mereka mengungkapkan rasa syukurnya mendapatkan “bonus” dari tugas lapangan kali ini.
“Lumayan sekali, ini bisa jadi menu buka puasa atau sahur yang lebih sehat hari ini,” ujar Abdul sembari tertawa.
Bagi Gilang, pengalaman meliput kegiatan yang melibatkan tokoh publik setingkat Walikota memberikan nilai tambah secara profesional. “Ini menjadi pengalaman yang sangat oke bagi kami. Selain belajar teknis di lapangan, liputan yang melibatkan aksi sosial pejabat publik seperti ini sangat bagus untuk menambah portofolio kegiatan kami di Media Laboratories,” ungkapnya.
Keterlibatan Tim Media Laboratories dalam agenda ini membuktikan bahwa mahasiswa FDK IIM Surakarta tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mampu masuk ke berbagai lini kegiatan masyarakat. Perpaduan antara tugas jurnalistik, dokumentasi kreatif, dan partisipasi sosial dalam kegiatan Masjid Nur Mirah ini mempertegas peran mahasiswa sebagai komunikator yang adaptif.
Kegiatan yang berakhir saat matahari mulai meninggi ini meninggalkan kesan mendalam—bahwa dakwah bisa disampaikan melalui banyak cara seperti lewat kajian yang mencerahkan, sayuran yang menyehatkan, maupun melalui bidikan lensa mahasiswa yang mengabadi setiap momen kebaikan.



