
Surakarta – Gema takbir dan antusiasme ribuan jamaah menyambut kehadiran Ustadz Handy Bonny di Masjid Nur Mirah pada penghujung Februari 2026. Namun, di balik kesuksesan acara bertajuk “Kajian Akbar” tersebut, ada “pasukan kreatif” dari Tim Media Laboratories Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) IIM Surakarta yang bekerja keras memastikan setiap sudut acara tertata sempurna.
Bukan sekadar penonton, para mahasiswa ini memegang peran krusial sebagai event arranger dan tim produksi media. Sejak persiapan dimulai, mereka sudah sibuk dengan kabel-kabel, pengaturan pencahayaan (lighting), hingga koordinasi alur acara agar selaras dengan gaya dakwah Ustadz Handy Bonny yang khas dan energik.
Aktivitas Behind the Scenes (BtS) ini menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa. Mereka harus memastikan kualitas audio jernih dan visual yang estetik untuk keperluan live streaming serta dokumentasi media sosial. Pengalaman ini memberikan tekanan sekaligus kepuasan tersendiri bagi para mahasiswa yang terlibat.
Salah satu mahasiswa yang bertugas di bagian teknis produksi, Abdullah Al-Mufti, mengungkapkan bahwa mengelola event dengan skala massa yang besar dan tokoh nasional memberikan adrenalin yang berbeda. “Mengatur BtS untuk tokoh seperti Ustadz Handy Bonny itu menantang. Kami harus sigap mengantisipasi dinamika di lapangan. Ini bukan sekadar tugas kuliah, tapi benar-benar praktik profesional di industri kreatif dakwah,” jelasnya dengan semangat.
Koordinator Tim Media Laboratories, Gilang Ramadhan, menambahkan bahwa keterlibatan mereka dimulai dari tahap perancangan konsep hingga eksekusi di hari H. Mahasiswa FDK belajar bagaimana menerjemahkan visi masjid yang sedang melakukan branding ke dalam sebuah kemasan acara yang modern namun tetap khidmat.
“Asyiknya adalah kita melihat proses dari nol. Kami belajar bagaimana merancang event yang nyaman bagi jamaah sekaligus menarik bagi audiens digital. Ini portofolio yang luar biasa bagi kami,” tambah Gilang.
Dekan FDK, Yetty Faridatul Ulfah, yang turut memantau persiapan di lapangan, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi mahasiswa. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam merancang event besar adalah bukti nyata bahwa kurikulum FDK selaras dengan kebutuhan industri kreatif religi.
“Kami ingin mahasiswa FDK memiliki jam terbang tinggi. Dengan terjun langsung dalam event akbar seperti ini, mereka belajar kepemimpinan, kerja tim, dan ketahanan mental. Inilah wujud dakwah kontemporer yang kami ajarkan di FDK,” tegas Yetty.
Pihak Takmir Masjid Nur Mirah merasa sangat terbantu dengan profesionalisme mahasiswa. Kehadiran Tim Media Laboratories membuat kajian akbar ini memiliki standar produksi yang setara dengan event-event nasional lainnya.
Kajian ditutup dengan sesi foto bersama dan konten kreatif singkat bersama Ustadz Handy Bonny. Bagi mahasiswa FDK, kesuksesan acara ini adalah bukti bahwa dakwah yang dikelola dengan manajemen yang baik dan sentuhan kreatif mahasiswa akan mampu menjangkau hati lebih banyak orang.



