
Surakarta – Implementasi kerja sama antara Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) IIM Surakarta dengan Masjid Nur Mirah langsung tancap gas. Memasuki pekan awal Ramadan 1447 H, mahasiswa FDK tidak hanya hadir sebagai jamaah, tetapi terjun langsung sebagai motor penggerak berbagai kegiatan, mulai dari pelayanan ibadah hingga produksi media.
Dalam rangkaian jadwal yang padat, FDK menerjunkan dua kekuatan utama yaitu delegasi mahasiswa sebagai Imam Tarawih dan Tim Media Laboratories sebagai pengatur teknis serta dokumentasi kreatif.
Keterlibatan mahasiswa terlihat nyata dalam Kajian Subuh yang berlangsung pada 22 dan 27 Februari, serta pengelolaan kegiatan Iftar (buka puasa bersama). Di sisi lain, peran spiritual mahasiswa diuji melalui penugasan sebagai Imam Shalat Tarawih pada tanggal 24 dan 25 Februari 2026. Kolaborasi ini akan terus berlangsung selama Ramadan 1447 H ini.
Bagi mahasiswa, ini adalah laboratorium nyata untuk mengasah soft skill di tengah masyarakat. Nabigh Maulana Adiwibawa, salah satu mahasiswa yang bertugas menjadi Imam, mengaku antusias dengan pengalaman ini.
“Ini pengalaman yang seru karena bisa terjun langsung di masyarakat. Semoga menjadi langkah awal untuk mendapatkan pengalaman yang lebih luas lagi di masa depan,” ujarnya.
Tidak hanya di mihrab masjid, geliat mahasiswa juga tampak di balik layar. Tim Media Laboratories FDK bertanggung jawab meng-arrange teknis acara dan pengelolaan media untuk berbagai pengajian.
Abdullah Al-Mufti, yang tergabung dalam tim media, merasa program ini sangat relevan dengan minatnya. “Sangat tertarik dengan dunia produksi media, jadi kegiatan Ramadan ini terasa sangat bermanfaat karena bisa mengisi waktu dengan hal yang produktif dan sesuai passion,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Gilang Ramadan menambahkan bahwa atmosfer di Masjid Nur Mirah memberikan ruang praktik yang ideal. “Kegiatannya sangat menyenangkan untuk tempat kami praktik langsung,” tuturnya singkat.
Peran mahasiswa akan mencapai puncaknya pada akhir Februari ini. Tim Media Laboratories kini tengah disibukkan dengan persiapan agenda besar, yakni Kajian Akbar bersama Ustadz Handy Bonny. Dalam acara tersebut, mahasiswa FDK akan memegang peran sentral dalam mengatur alur acara (event arrange) sekaligus memastikan publikasi media berjalan optimal.
Kolaborasi ini membuktikan bahwa mahasiswa FDK IIM Surakarta mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman; tetap menjaga nilai-nilai luhur peribadatan sembari mengemasnya dengan sentuhan kreativitas digital yang segar.



